Layang Ulem Pernikahan Bahasa Jawa

Anda pernah mendengar kata “layang” dalam kehdupan sehari – hari bukan? Tentunya jika anda adalah orang Jawa yang berdomisili di sekitar kota Solo dan Jogja pasti sering mendengar kata “layang”. Kata tersebut masih sangat kental berbau aroma bahasa Jawa yang sering digunakan oleh masyarakat yang notabene masih kental dengan budaya keraton. Kata “layang” tersebut merupakan bahasa Jawa dari  surat yang tentunya juga sering dikaitkan dengan kata lainnya sepeti “ulem”.

layang ulem pernikahan

Kata “ulem” sendiri juga berasal dari bahasa Jawa yang sering digunakan oleh masyarakat di sekitar kota Solo dan Jogja. Kata “ulem” tersebut merupakan arti dari undangan dalam bahasa Jawa. Anda akan sangat familiar dengan kata – kata tersebut jika anda berbaur dengan masyarakat Jawa khususnya di sekitar kedua kota tersebut. Dari kedua kota tersebutlah budaya Jawa yang sangat kental itu dilahirkan dengan berbagai macam campuran seni tradisional Jawa. Kita kerap menjumpai berbagai macam kata dalam bahasa Jawa yang sulit diartikan dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukkan betapa kayanya bahasa orang – orang Jawa tersebut.

Kata – kata seperti “layang” dan “ulem” sendiri jika dibentuk sebuah frasa dalam bahasa Jawa akan membentuk frasa “layang ulem” yang artinya “surat undangan” dalam bahasa Indonesia. Layang ulem tersebut digunakan oleh masyarakat Jawa jika ada orang yang mempunyai hajat misalnya pernikahan dan acara – acara yang berkaitan dengan kebudayaan serta keagamaan yang melibatkan banyak kerabat terdekatnya. Layang ulem pernikahan merupakan bagian terkecil dari berbagai jenis layang ulem yang banyak beredar di masyarakat. Jenis surat tersebut dimasukkan dalam kategori surat undangan bahasa jawa yang digunakan untuk mengundang kerabat – kerabat dalam sebuah acara besar atau sejenis pesta yang akan diselenggarakan. Pesta tersebut dapat berupa pesta pernikahan, ulang tahun, tasyakuran, serta pesta kebudayaan dan keagamaan pada masyarakat Jawa itu sendiri.

Layang ulem tentunya berbeda dengan surat – surat undangan lainnya seperti surat undangan rapat. Dalam surat undangan rapat hanyalah orang – orang tertentu yang diundang untuk membahas hal yang perlu dibahas. Sedangkan layang ulem sendiri merupakan surat undangan yang diedarkan untuk mengundang tamu undangan pada suatu acara besar yang merupakan hasil dari pembahasan pada sebuah rapat. Bagian – bagian dari layang ulem sendiri juga lebih banyak dan kompleks, tak seperti surat undangan biasa. Dalam layang ulem sendiri kita tentu telah mengetahui bagian – bagiannya seperti yang pernah kita lihat pada undangan pernikahan serta pesta lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, budaya menggunakan kata “layang ulem” telah tergerus dengan arus globalisasi yang kian marak dan dominasi bahasa persatuan yang telah bercampur sehingga dapat masuk kedalam bahasa daerah. Bahkan pada masa sekarang ini banyak orang Jawa yang tak mengerti apa sebenarnya layang ulem tersebut. Untuk itu, sebagai orang Jawa kita perlu melestarikan budayanya agar tak termakan arus.

contoh layang ulem (400), layang ulem (353), layang ulem bahasa jawa (185), contoh layang ulem bahasa jawa (137), layang ulem pernikahan (78), contoh undangan pernikahan bahasa jawa (64), contoh layang ulem khitanan (52), layang ulem pernikahan bahasa jawa (48), contoh layang ulem pernikahan bahasa jawa (47), contoh layang ulem pernikahan (45)
Have your say on this



Your email is never shared.
Required fields are marked *